Sulawesi Barat-Lintasteropong.com— Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai bagi 3.582 keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem. Penyaluran dilakukan melalui Bank BNI Cabang Mamuju dan Polewali Mandar (Polman), sebagai bagian dari program percepatan penurunan kemiskinan yang menjadi prioritas Gubernur Sulbar.
Dalam rencana kerja pemerintah daerah, program ini disebut sebagai langkah strategis untuk menurunkan angka kemiskinan hingga satu persen setiap tahun, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan sosial yang tinggi. Bantuan tunai tersebut diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga penerima sekaligus mempercepat akses mereka terhadap layanan dasar.
Verifikasi Data Penyebab Pengurangan Jumlah Penerima
Pada tahap awal, jumlah calon penerima bantuan tercatat mencapai 5.022 keluarga. Namun setelah proses verifikasi berlapis, jumlah tersebut mengalami penyusutan menjadi 3.582 keluarga. Penyaringan data dilakukan melalui tiga basis utama:
DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),
P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem),
DTSN (Data Terpadu Sistem Nasional).
Prioritas penerima juga difokuskan pada keluarga non-PKH dan non-penerima bantuan sembako untuk menghindari tumpang tindih bantuan sehingga penyaluran lebih tepat sasaran.
BNI Bersiap Buka Rekening Penerima
Dilansir dari keterangan resmi yang disampaikan kepada RRI, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Sulawesi Barat, Idham Halik, menjelaskan bahwa pihak perbankan kini tengah mempersiapkan pembukaan rekening baru bagi seluruh penerima bansos. Pembukaan rekening ini menjadi syarat utama sebelum dana bisa dicairkan ke masing-masing keluarga.
Idham menegaskan bahwa seluruh proses berlangsung bertahap dan mengikuti standar pemeriksaan berlapis guna memastikan keakuratan data, mencegah duplikasi penerima, serta menjaga efektivitas penyaluran.
Tahapan Penyaluran Berlangsung Bertahap
Dinas Sosial Sulbar menyebutkan bahwa setelah rekening selesai dibuat, bank penyalur akan menjadwalkan transfer dana secara bertahap. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten serta pemerintah desa untuk memastikan para penerima hadir saat proses aktivasi rekening dan pencairan.
Selain itu, pemantauan lapangan akan dilakukan secara berkala oleh petugas sosial untuk mengevaluasi dampak bantuan terhadap kondisi ekonomi keluarga penerima di setiap wilayah.
Komitmen Pemerintah Daerah
Program ini disebut sebagai bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Sulbar untuk menurunkan kemiskinan ekstrem dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menargetkan bantuan tunai dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.
Pemprov Sulbar berharap penyaluran bantuan tunai ini dapat memberikan dampak nyata dan mengurangi tekanan ekonomi keluarga miskin ekstrem, sekaligus menjadi indikator awal keberhasilan program pengentasan kemiskinan yang sedang digencarkan.(Tim/rec)












