Polewali mandar-Lintasteropong.com — Orang Tua Murid SD Negeri Pirian Soroti Siswa Naik Kelas Belum Lancar Membaca dan Jam Pulang Lebih Awa — Sejumlah orang tua murid SD Negeri 022 Piriang Desa Piriang tapiko, Kecamatan Tutar kab polman prov Sulbar menyoroti kondisi proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Sorotan utama tertuju pada masih adanya siswa yang dinilai belum mampu membaca dengan lancar namun tetap naik kelas, serta jam pulang siswa kelas 4, 5, dan 6 yang dinilai terlalu awal, yakni sekitar pukul 10.00 Wita.
Pada umumnya, jam pulang siswa kelas 4–6 sekolah dasar berada di kisaran pukul 12.00 Wita atau lebih, menyesuaikan dengan alokasi jam pelajaran sesuai ketentuan kurikulum nasional. Namun, kondisi berbeda terjadi di SD Negeri 022 Piriang yang memunculkan kekhawatiran di kalangan wali murid terkait pemenuhan jam belajar dan kualitas pembelajaran.
“Biasanya anak kelas 4, 5, dan 6 pulang di atas jam 12 siang. Tapi di sini justru sudah pulang jam 10 pagi. Kami khawatir jam belajarnya tidak cukup,” ujar salah seorang wali murid kepada wartawan.
Selain jam pulang yang lebih awal, para orang tua juga mengeluhkan masih adanya siswa di kelas atas yang belum lancar membaca, bahkan ada yang dinilai belum mengenal huruf dengan baik. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait sistem evaluasi pembelajaran dan pendampingan akademik siswa.
“Kalau jam belajarnya pendek dan anak-anak masih ada yang belum bisa membaca, tentu kami sebagai orang tua sangat khawatir. Ini menyangkut masa depan anak-anak kami,” ungkap wali murid lainnya.
Para orang tua berharap pihak sekolah dan dinas terkait dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai kebijakan jam pulang lebih awal tersebut. Mereka juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran, termasuk metode pengajaran, ketersediaan guru, serta pendampingan khusus bagi siswa yang belum menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait jam pulang siswa maupun langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi permasalahan kemampuan membaca di kalangan peserta didik.(Red)












