Pemkab Lebak dan KAI Kolaborasi Penataan Kawasan Stasiun

Avatar photo

Lebak, Lintasterong.com Asisten Ekonomi Pembangunan Stda Lebak saat meninjau kawasan Stasiun KAI Rangkasbitung dalam upaya percepatan Penataan kawasan Stasiun Rangkasbitung . Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat upaya penataan kawasan publik strategis melalui kegiatan monitoring progres penataan Area Lingkar Selatan atau Bedeng Stasiun Rangkasbitung, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkab Lebak dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam mewujudkan kawasan stasiun yang lebih tertib, aman, dan berstandar pelayanan publik.

Monitoring tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Lebak, Rahmat. Ia didampingi jajaran pejabat lintas organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Plt. Kepala Dinas PUPR Dade Yan Apriyandi, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kasat Pol PP, serta Plt. Kepala Dinas Perhubungan.

Kehadiran pejabat dari berbagai instansi ini mencerminkan pendekatan lintas sektoral yang ditempuh Pemkab Lebak dalam menata kawasan vital seperti stasiun. Rahmat menegaskan pentingnya kerja terpadu dalam penanganan infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau hasil perbaikan jalan lingkar selatan yang baru saja di-hotmix oleh PT KAI. Perbaikan ini dianggap sebagai peningkatan signifikan bagi kenyamanan dan kelancaran arus keluar-masuk wilayah stasiun yang setiap hari dipadati pengguna transportasi.

Rahmat mengatakan perbaikan tersebut menjadi bukti komitmen bersama antara Pemkab Lebak dan PT KAI. “Kita ingin memastikan bahwa setiap progres penataan benar-benar memberi manfaat untuk masyarakat. Jalan yang sudah di-hotmix ini akan sangat membantu arus mobilitas, terutama pada jam-jam padat,” ujarnya.

Selain meninjau jalan, tim monitoring juga melakukan evaluasi mendalam terkait rencana pembangunan dan perbaikan sistem drainase. Perbaikan drainase dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi melanda wilayah Rangkasbitung.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *