Nelayan Ditemukan Meninggal di Laut, Jenazah Dievakuasi ke Rumah Duka di Dusun Sarampu

Avatar photo

POLEWALI MANDAR-Lintasteropong— Seorang nelayan bernama Herman ditemukan meninggal dunia saat tengah melaut di perairan sekitar Pulau Battoa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Sabtu (13/12/2025). Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di atas perahunya, di kawasan pesisir yang dipenuhi pohon bakau.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya berangkat melaut seorang diri untuk mencari ikan. Namun hingga beberapa waktu, Herman tidak kunjung kembali, sehingga memicu kekhawatiran warga dan sesama nelayan di sekitar lokasi.

Korban akhirnya ditemukan di atas perahunya yang berada tidak jauh dari pinggiran hutan mangrove di pesisir Pulau Battoa. Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan temuan itu kepada pihak berwenang dan aparat desa.

Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan warga dan petugas terkait. Jenazah kemudian dibawa menggunakan perahu menuju daratan sebelum dievakuasi ke mobil ambulans untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Perumahan Nelayan Dusun Sarampu, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang.

Herman diketahui merupakan warga setempat yang sehari-hari menggantungkan hidupnya sebagai nelayan tradisional. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat nelayan di Dusun Sarampu, yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya korban. Namun, berdasarkan keterangan awal warga, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kondisi kesehatan atau kelelahan saat berada di laut.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, sementara warga setempat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melaut, terutama memperhatikan kondisi cuaca dan kesehatan sebelum berangkat ke laut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan tradisional dalam mencari nafkah, khususnya di wilayah pesisir yang sangat bergantung pada kondisi alam.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *