Warga Riso Pinang Tolak Rencana Tambang Emas di Enrekang

Avatar photo

Enrekang,Lintasteropong Suasana di Kampung Riso, Desa Pinang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, semakin hangat setelah warga memajang baliho penolakan terhadap rencana pembangunan tambang emas di wilayah mereka. Baliho yang dipasang di lahan kosong dekat Masjid Riso bertuliskan, “Tidak ada Harapan dari Hasil Kerusakan Alam”.

Kampung Riso termasuk salah satu dari beberapa desa yang masuk dalam perencanaan lokasi tambang emas di Kabupaten Enrekang. Warga setempat menilai proyek pertambangan ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius, seperti degradasi lahan, pencemaran sumber air, dan hilangnya ruang hidup bagi masyarakat.

“Saya khawatir, jika tambang ini dibangun, anak cucu kami akan menanggung dampak kerusakan alam yang tidak bisa diperbaiki,” ujar salah seorang warga, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Pemasangan baliho ini menjadi bentuk protes damai warga, sekaligus upaya mereka menyampaikan aspirasi sebelum proyek dimulai. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan dapat mendengar suara mereka dan meninjau ulang rencana tambang ini.

Hingga kini, pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Pertambangan dan Energi belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi penolakan ini. Pihak perusahaan yang mengajukan izin tambang juga belum menanggapi secara terbuka.

Para ahli lingkungan menekankan bahwa proyek pertambangan seharusnya melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap awal. “Konsultasi publik dan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang transparan sangat penting. Ini untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” kata seorang pakar lingkungan dari Universitas Hasanuddin.

Aksi warga Riso Pinang menjadi peringatan awal bagi pemerintah dan perusahaan agar setiap pembangunan industri pertambangan tidak mengabaikan aspirasi masyarakat dan potensi kerusakan alam yang bisa terjadi.(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *