Lebak, Lintasteropong.com Pemerintah Kabupaten Lebak terus mengakselerasi pembangunan dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari program penguatan ekonomi kerakyatan. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan fisik pembangunan gedung sekaligus penguatan koordinasi lintas perangkat daerah.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Rahmat. Rakor itu menjadi forum penting dalam mengevaluasi perkembangan serta menyusun langkah percepatan pembentukan KDMP di seluruh desa dan kelurahan.
Rahmat menyampaikan pembentukan KDMP bukan sekadar program administratif, tetapi merupakan agenda besar pemerintah daerah dalam membangun kemandirian ekonomi warga. “KDMP ini kita dorong sebagai wadah ekonomi yang benar-benar dimiliki dan dikelola masyarakat. Karena itu, seluruh prosesnya harus matang dan tepat sasaran,” ujarnya, di Rangkasbitung,Senin (8/12/2025).
Dalam Rakor tersebut, Rahmat juga memimpin langsung Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan KDMP, yang bertugas memastikan seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi hingga pengumpulan data calon anggota, dapat berjalan efektif. Satgas ini menjadi motor koordinasi antar-OPD agar setiap peran dapat tersinergi.
Ia menegaskan percepatan pembentukan KDMP harus dilakukan secara terstruktur dan berbasis kebutuhan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa koperasi yang dibentuk nantinya bukan hanya ada secara nama, tetapi benar-benar aktif dan sehat secara organisasi,” kata Rahmat.
Rakor juga membahas sejumlah kendala teknis yang ditemukan di lapangan, mulai dari kesiapan aparatur desa/kelurahan, penyesuaian data calon anggota, hingga mekanisme sosialisasi kepada masyarakat. Identifikasi hambatan ini dinilai penting untuk memastikan proses pembentukan koperasi berjalan tanpa hambatan berarti.
Selain itu, rapat tersebut juga menghasilkan sejumlah strategi percepatan, di antaranya penjadwalan ulang sosialisasi, pelibatan lebih intens perangkat kecamatan, serta peningkatan pendampingan dari OPD terkait agar proses teknis bisa terselesaikan tepat waktu.
Menurut Rahmat, keberadaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi masyarakat. “Koperasi adalah instrumen yang paling dekat dengan rakyat, karena tumbuh dari partisipasi anggota. Kalau koperasi kuat, ekonomi desa pun ikut tumbuh,” ucapnya.
Pemkab Lebak memandang KDMP sebagai program prioritas untuk meningkatkan pemerataan pendapatan serta memperkuat akses modal bagi pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah setempat. Koperasi ini juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan potensi lokal di masing-masing desa dan kelurahan.
Dalam Rakor tersebut, sejumlah perangkat daerah juga menyampaikan komitmennya untuk memastikan pembentukan KDMP berjalan sesuai target waktu. Komitmen lintas sektor ini dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Rahmat berharap, dengan sinergi yang kuat antarinstansi, proses pembentukan dan operasionalisasi KDMP dapat segera terlaksana di seluruh wilayah Kabupaten Lebak. “Kami optimistis, jika semua bergerak bersama, KDMP bisa menjadi motor ekonomi baru yang menguatkan daya saing daerah,” katanya.
Program KDMP ini diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan hasil Rakor tersebut, Pemkab Lebak menargetkan pembentukan KDMP dapat segera rampung dan beroperasi sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di desa dan kelurahan, sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi daerah secara menyeluruh.
(RED)












