Bone-Lintasteropong.com — KH Ahmad Bone dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik Sulawesi Selatan yang memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan dan organisasi keagamaan di wilayah Bugis. Lahir di Bone pada tahun 1885, beliau sejak muda telah menunjukkan kecintaan mendalam terhadap ilmu agama. Pada usia 15 tahun, ia berangkat ke Mekkah untuk menimba ilmu, mempelajari berbagai kitab kuning, dan bahkan dipercaya mengajar di lingkungan Masjidil Haram.
Setelah menuntut ilmu selama bertahun-tahun, KH Ahmad Bone kembali ke Tanah Air pada tahun 1926 dan kemudian diangkat sebagai imam masjid di Watampone. Kepulangannya menandai babak baru pergerakan keagamaan di Bone, khususnya dalam penguatan pendidikan Islam dan pembinaan masyarakat.
Pada tahun 1948, KH Ahmad Bone turut memprakarsai pembangunan Masjid Raya Watampone, yang kelak menjadi salah satu pusat aktivitas keagamaan terbesar di Kabupaten Bone. Kiprahnya tak berhenti di situ. Ia kemudian mendirikan Rabithatul Ulama, organisasi keagamaan yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan.
Organisasi tersebut berkembang dan akhirnya resmi berdiri sebagai NU Sulawesi Selatan pada 8 April 1950, dengan KH Ahmad Bone ditetapkan sebagai ketua pertamanya. Peran ini menjadikannya salah satu tokoh sentral dalam sejarah awal pertumbuhan NU di Indonesia Timur.
KH Ahmad Bone wafat di Makassar pada 12 Februari 1972. Jenazah beliau dimakamkan di pekuburan Arab Bontoala, Makassar—lokasi pemakaman sejumlah tokoh penting keagamaan di Sulawesi Selatan.
.Warisan perjuangannya terus dikenang sebagai bagian dari sejarah ulama Bugis, sekaligus tonggak perkembangan tradisi keilmuan dan organisasi Islam di Sulawesi Selatan.(Red)












