BPBD Lebak Intensifkan Sosialisasi Mitigasi Cegah Korban Jiwa

Avatar photo

Lebak (BANTEN), Lintasteropong.com Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi mitigasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan diri serta pencegahan korban jiwa di wilayah yang masuk kategori rawan bencana.

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan bahwa terhenti secara rutin melakukan sosialisasi setiap pekan di berbagai kecamatan. “Kami rutin setiap pekan melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi kebencanaan kepada masyarakat, karena daerah ini masuk kategori rawan bencana alam,” ujarnya di Rangkasbitung, Senin (12/8/2025). 

Ia menjelaskan, edukasi tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat tentang tindakan penyelamatan saat terjadi bencana. Dengan demikian, warga diharapkan mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat. “Tujuan utama kegiatan ini adalah agar masyarakat dapat menyelamatkan diri dan mencegah korban jiwa,” katanya. 

Febby menegaskan masyarakat bukan hanya objek, melainkan subjek penting dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, warga lokal justru lebih memahami karakter wilayahnya. “Masyarakat lebih mengenal daerahnya sendiri, mulai dari permukaan udara, kondisi tanah, hingga titik rawan. Itu modal penting dalam mitigasi,” ujarnya. 

Ia menyampaikan rasa syukurnya karena dalam beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Lebak tidak menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, hal itu menjadi indikator bahwa sosialisasi mitigasi yang dilakukan mulai menunjukkan hasil yang positif. “Alhamdulillah beberapa tahun terakhir tidak ada korban jiwa. Ini bukti bahwa sosialisasi mitigasi cukup efektif,” kata Febby. 

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Lebak diprediksi akan dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan. Menyikapi hal tersebut, BPBD Lebak memperkuat koordinasi lembaga. “Kami berkoordinasi dengan Polri, TNI, Basarnas, hingga relawan Tagana untuk meningkatkan kesiapansiagaan,” ucapnya. 

Sejumlah instansi juga telah mendirikan posko siaga bencana di lokasi-lokasi rawan banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Kehadiran posko tersebut diharapkan dapat mempercepat respons jika terjadi keadaan darurat. “Polri dan Relawan Tagana sudah membangun posko siaga.Ini bagian dari antisipasi potensi bencana di musim hujan,” kata Febby. 

Selain kesiapsiagaan sumber daya manusia, BPBD Lebak juga memastikan seluruh peralatan bantuan dalam kondisi siap digunakan. Kebutuhan logistik untuk tanggap darurat hingga pascabencana juga telah dipersiapkan. “Peralatan evakuasi dan logistik sudah kami siapkan, termasuk skema penanganan pasca-bencana,” katanya. 

Sejak beberapa pekan terakhir, BPBD Lebak menetapkan status siaga bencana mengingat curah hujan yang tinggi. Febby mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah berbukit atau bantaran sungai. “Kami terus siaga dan waspada, karena intensitas hujan cukup tinggi akhir-akhir ini,” ujar dia. 

Untuk mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks, BPBD juga memperkuat distribusi informasi resmi melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Lebak dan BMKG. Informasi tersebut disebarkan secara berjenjang hingga tingkat kecamatan dan desa. “Kami memastikan informasi resmi tersampaikan ke masyarakat agar tidak ada kekhawatiran akibat hoaks,” katanya. 

BPBD juga melibatkan pengelola objek wisata untuk menjamin keselamatan wisatawan. Informasi mengenai cuaca dan potensi bencana disalurkan secara berkala agar aktivitas wisata tetap aman. “Kita ingin masyarakat dan wisatawan merasa aman dan tenang, sehingga informasi mitigasi harus sampai secara tepat,” ujar Febby. 

Dengan intensifikasi edukasi dan koordinasi lintas sektor, BPBD Lebak berharap masyarakat dapat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. “Mitigasi bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita bersama untuk menyelamatkan jiwa,” ucapnya.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *