Lebak, Lintasteropong.com Wagub Banten A.Dimyati Natakusuma . Pemerintah Provinsi Banten menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran Kabupaten Lebak, khususnya pembentukan Kabupaten Cilangkahan sebagai daerah otonomi baru (DOB). Dukungan ini kembali ditegaskan Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lebak pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Dimyati menyampaikan pemekaran wilayah menjadi salah satu prioritas usulan Pemerintah Provinsi Banten kepada pemerintah pusat. Menurutnya, pemekaran Kabupaten Cilangkahan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa luasnya wilayah Kabupaten Lebak menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Kondisi geografis tersebut membuat masyarakat di wilayah selatan harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk berurusan ke pusat pemerintahan di Rangkasbitung. “Luas wilayah Kabupaten Lebak menjadikan masyarakat di selatan kesulitan saat ingin berhubungan dengan pemerintah. Karena itu, pemekaran Kabupaten Cilangkahan menjadi prioritas kami dalam usulan pemekaran wilayah,” ujar Dimyati, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, pemekaran bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi juga kebutuhan sosial masyarakat yang menginginkan pelayanan lebih cepat dan mudah dijangkau. Pemerintah Provinsi Banten, katanya, berkewajiban memenuhi harapan tersebut melalui kebijakan strategis.
Dimyati menegaskan rentang kendali birokrasi di Kabupaten Lebak saat ini terlalu panjang, sehingga berdampak pada lambannya respon pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari ibu kota kabupaten. “Pemekaran Lebak perlu dilakukan agar rentang kendali birokrasi dapat lebih dipersingkat. Dengan begitu, pelayanan publik akan jauh lebih efektif dan masyarakat bisa lebih dekat dengan pemerintah,” ucapnya.
Ia menyebut, pembentukan Kabupaten Cilangkahan diyakini akan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih optimal. Masyarakat di wilayah selatan nantinya tidak perlu lagi menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mengurus administrasi dasar.
Selain itu, pemekaran juga diyakini akan membuka peluang percepatan pembangunan di berbagai sektor. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga layanan ekonomi diharapkan akan lebih merata dan terkelola dengan baik oleh pemerintah daerah baru. Dimyati juga menyoroti pentingnya kesiapan masyarakat dan pemangku kebijakan di wilayah selatan Lebak untuk mendukung proses pemekaran.
Ia menilai aspirasi yang kuat dari masyarakat merupakan modal utama dalam memperjuangkan pembentukan daerah otonomi baru. “Kami di provinsi siap mendukung sepenuhnya. Yang tidak kalah penting adalah semangat masyarakat yang ingin daerahnya berkembang. Dengan kolaborasi semua pihak, pemekaran Cilangkahan akan membawa banyak manfaat,” katanya.
Pemerintah Provinsi Banten akan terus mengawal proses administrasi dan kelayakan pemekaran hingga ke tingkat pusat. Pemprov berharap agar pemerintah pusat memberikan persetujuan demi mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Banten bagian selatan.
Dengan dukungan penuh dari provinsi dan dorongan kuat masyarakat, rencana pembentukan Kabupaten Cilangkahan semakin menguat sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, cepat, dan dekat bagi warga Lebak selatan.
(RED)












